Apel Kesiapsiagaan Bencana Kota Surabaya di Masa Pandemi

Sumber Foto SmartFM Surabaya ·  Apel Kesiap Siagaan Bencana di Balai Kota Surabaya Wali Kota Risma, TNI & Polri Saat (13/11/2020)

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Apel kesiapsiagaan bencana di gelar jajaran Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) bersama Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, jajaran TNI dan beberapa Wakil Ketua DPRD Surabaya dan Camat di Lapangan Balai Kota Surabaya, Jumat (13/11/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini memimpin langsung apel kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya dan hadir pula Ganis Setyaningrum Kapolrestabes Surabaya, Kombes Jhonny Edizzon Isir, kemudian Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum beserta Satpol PP, Dinas Perhubunagn (Dishub), Linmas, PMK, TNI dan Polri dan beberapa Wakil Ketua DPRD Surabaya, Camat dan jajaran Pemkot Surabaya.

Dalam waktu yang sama, usai menggelar apel Wali Kota beserta Forkopimda langsung meninjau pos tanggap bencana di salah satu lokasi posko yakni Posko Sentra Ikan Bulak yang terletak Kecamatan Bulak, Surabaya.

Wali Kota Risma dalam apel kesiapsiagaan bencana Kota Surabaya 2020 mengatakan bahwa sebenarnya setiap tahun dirinya selalu rutin menggelar apel kesiapsiagaan semacam ini. Namun, sangat berbeda karena kali ini sesuai ramalan BMKG yang cukup berat yaitu adanya La Nina yang mendatangkan curah hujan yang cukup deras, kemudian badai yang bergerak dari Laut Cina Selatan, Gempa Bumi dan Tsunami.

“Kita akan menghadapi beberapa Ramalan yaitu adanya La Nina yang mendatangkan curah hujan yang cukup deras, kemudian ada badai yang bergerak dari Laut Cina Selatan, sekarang sudah mulai terasa dampaknya terutama di pantai pesisir Kota Surabaya, yang ketiga adalah ramalan nya adalah gempa bumi yang akan diikuti dengan Tsunami. Karena itu, kenapa kita perlu sangat waspada di tahun ini karena ramalan nya cukup berat. Kami mohon semua saja terutama untuk petugas di lapangan, pos-pos harus cukup waspada”, kata Risma, Jumat (13/11/2020).

Dirinya berharap dan menghimbau untuk semua petugas di lapangan maupun di Pos untuk selalu waspada ketika bertugas di lapangan serta harus selalu menghindari dan mengingatkan rekan-rekannya dan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon.

“Saya berharap pula pas kita bertugas di lapangan, kita bisa menghindari mengingatkan kepada seluruhnya yang ada rekan-rekan kita yang mungkin ada warga yang berteduh di bawah pohon, yang kedua tidak memegang tiang listrik maupun tiang PJU, keempat adalah wilayahnya yang ada di tepi-tepi sungai saya berharap kita selalu mengingatkan kepada warga untuk tidak berada di dalam sungai karena kita tidak tahu yang terjadi pada saat itu, yang berikutnya adalah yang ada di daerah pesisir mungkin satu minggu ini akan terasa berat, kemarin sudah saya ingatkan untuk sementara tidak berlayar untuk para nelayan”, jelas Risma, Jumat (13/11/2020).

Risma menjelaskan kalau dirinya sudah membentuk beberapa titik pos terutama di daerah pantai yang di persiapkan untuk penanggulangan bencana di Kota Surabaya. Diantaranya di Rumah Pompa Balong, Rusun Romokalisari, Sentra Ikan Bulak, Eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, Kecamatan Gunung Anyar, Kelurahan Sumberejo, dan Kelurahan Karang Pilang.

Surabaya telah membentuk beberapa titik pos yang terutama untuk daerah pantai. Pos Kecamatan Rungkut, Gunung Anyar, Kenjeran, Bulak dan Benowo”, katanya, Jumat (13/11/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *