DKPP Surabaya Wujudkan Program Ketahanan Pangan di Saat Pandemi Covid-19

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Yuniarto Herlambang, Kadin DKPP Surabaya dan Antin Kusmira, Kasi Pengembangan Pertanian Perkotaan.

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui program urban farming. Bahkan program yang digagas sejak tahun 2010 tersebut dapat membantu menjaga stabilitas ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan penanaman tanaman pangan di berbagai lahan di Kota Pahlawan. Kepada SMARTFM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang memaparkan, hal tersebut sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat urban farming atau ketahanan pangan.

“Untuk program saat ini pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini DKPP juga memanfaatkan lahan-lahan tidur asetnya pemerintah kota. Untuk BTKD(Bekas Tanah Kas Desa) sekitar 13 BTKD. Jadi pojok-pojoknya Kota Surabaya kita tanami semua. Seperti kedung cowek, warugunung”, kata Herlambang, Rabu (02/09/2020).

Terkait lokasi, Herlambang menyebut sekitar pinggiran Kota Surabaya yakni mulai dari rusun, bantaran sungai hingga Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) / sekitar 13 titik lokasi BTKD yang telah ditanami seperti BTKD Jambangan, persil 12 BTKD Kelurahan Kebraon, BTKD Menanggal Timur, BTKD Kelurahan Jeruk, BTKD Kebraon dan BTKD Sumber Rejo dan untuk Tanah Instansi Pemerintah terdapat 7 lahan.

DKPP juga memberikan stimulan bibit untuk ketahanan pangan warga kota Surabaya atau urban farming. Pengambilan stimulan bibit bisa di ambil di kantor DKPP Kota Surabaya di Jalan Pagesangan II nomor 56, Surabaya. Untuk hari Sabtu sampai jam 2 siang dan untuk Senin sampai Jumat hanya sampai jam 4 sore.

“Langsung saja datang ke DKPP nanti disitu ngisi form. Tapi kalau memang banyak itu kita survey dulu. Tapi kalau untuk warga perorangan langsung saja , nanti benih nya kita beri. Ini terkait benih sayuran ya biasanya untuk hidroponik seperti tomat . Tanaman Pangan pun kita bisa, misalkan tales terus kemudian ketela pohon. Mungkin saat ini kita juga menyiapkan benih sorgum juga. Sepanjang kita ada kita beri. Kalau hari biasa kita sampai jam 4, sabtu sampai jam 2. Untuk persyaratan ada form aja. Kalau RT RW biasanya bawa proposal yang diminta dulu, biasanya kita persiapkan dulu ketersediaan kita selama ini ada atau tidak kalau memang ada tersedia langsung kita beri”, jelasnya, Rabu (02/09/2020).

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Greenhouse pembibitan DKPP Surabaya

Bibit ikan juga menjadi salah satu program ketahanan pangan di DKPP seperti bibit lele

“Kadang-kadang warga punya lahan yang tidak terpakai terus mereka ada kolam yang nganggur, biasanya mereka minta ke kami bibit-bibitnya. Kalau terlalu banyak biasanya kita check juga lokasinya apa. Bener atau tidak dengan lahannya. Harapan kita tidak dijual tetapi untuk warga sendiri untuk ketahanan pangan keluarga”, kata Herlambang, Rabu (02/09/2020).

Fokus saat ini adalah penanaman sendiri di BTKD. Lahan-lahan di pinggiran kota dalam program ketahanan pangan, DKPP akan bersinergi dengan Kecamatan di Kota Surabaya yang rencannya warga akan mendapatkan hasil panen itu dan saat ini sedang merancang konsep untuk di ajukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini.

“Untuk hasil kita tidak menjual, tidak ada Perdanya kita tidak boleh menjual. Memang free untuk warga”, tegasnya, Rabu (02/09/2020).

Dirinya juga menghimbau kepada para penerima atau yang sudah mendapatkan stimulan bibit dari DKPP Surabaya agar lebih bertanggung jawab untuk pemeliharaannya. Karena menurutnya meminta bibit lebih mudah dibandingkan saat pemeliharaannya. Dirinya juga berharap bagi yang belum melakukan urban farming, diharapkan di pandemi ini, DKPP bisa memfasilitasi hobby warga untuk beralih ke urban farming untuk ketahanan pangan.

“Untuk warga yang sudah menerima bibit dari kami mungkin, lebih bertanggung jawab ya terhadap yang sudah kita berikan untuk pemeliharannya. Karena memang minta itu mudah tetapi memelihara lebih susah lagi. Untuk warga yang belum, karena ini pandemi harapan kita mungkin kita bisa memfasilitasi hobby nya atau hobby baru warga untuk beralih ke urban farming karena ini untuk ketahan pangan Kota Surabaya”, katanya, Rabu (02/09/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *