GETOL Demo Tolak Omnibus Law Kembali Beraksi di Surabaya

Sumber Foto SmartFM Surabaya · Demo Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) di Surabaya (20/10/2020)

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Aksi demo terkait dengan penolakan Omnibus Law kembali terjadi di Kota Surabaya dan berlangsung selama 3 hari yakni pada tanggal 20 Oktober hingga 22 Oktober 2020. AKP Tirto Kanit Dikyasa Polrestabes Surabaya mengatakan agar warga Kota Surabaya dan para pengendara mewaspadai gelombang aksi demo yang akan dilaksanakan hari ini, Selasa (20/10/2020). Rencananya aksi ini akan di laksanakan pukul 10 pagi.

“Jam 10 an estimasi. Situasional jika tidak bisa akan kita alihkan ke jalur lain, kalau perlu dialihkan akan kita alihkan, katanya, Selasa (20/10/2020).

AKP Tirto juga menyarankan pada saat pendemo bergerak di suatu tempat para pengendara diharapkan dapat mencari jalur alternative jalan lain. Pada saat aksi puncaknya masa yang akan berorasi di Surabaya yakni dari Serikat Pekerja, Organisasi masyarakat dan mahasiswa. Mereka akan mengenakan aribut atau seragam untuk mencegah masuknya provokator ke dalam masa aksi. Kemudian untuk titik kumpul pendemo tersebar di berbagai titik yakni Omah Perjuangan Brebek, Gedangan, Bundaran Waru dan Kebun Binatang Surabaya.

Sumber Foto SmartFM Surabaya · Demo Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) di Surabaya (20/10/2020)

Terkait pengamanan Lalu Lintas dirinya mengatakan belum ada penutupan jalan dan masih bersifat situasional atau buka tutup. Tujuan aksi demo hari ini akan menuju tiga titik di lokasi di Surabaya yakni (Dewan Perwakian Rakyat Daerah) DPRD Jawa Timur di jalan Indrapura, Gedung Negara Grahadi Surabaya dan Kantor Gubernur Jawa Timur.

“Situasional kalau memang tidak bisa, nanti kita alihkan. Namun kita upayakan, kalau perlu kita alihkan akan kita alihkan, jelasnyaSelasa (20/10/2020).

Tirto juga menghimbau diharapkan pada saat pendemo bergerak di suatu tempat para pengendara diharapkan dapat mencari jalur alternative jalan lain.

“Tentunya kita harapkan pada saat temen-temen dari aksi bergerak ke suatu tempat, minimal mungkin cari jalur alternatif lain suatu misal bundaran Waru apakah turun tol. Yang ke utara turun Dupak Demak atau Perak dan sebagainya. Tentunya pada saat aksi puncaknya protokol dihindari saja”, kata Tirto, Selasa (20/10/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *