Halal Bihalal 1441H: Walgub Jatim, Walkot Surabaya & Gabungan Industri Pariwisata Indonesia

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Published 2 June 2020 · Updated 2 June 2020

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama dengan Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia(GIPI) Gondo Hartonomenggelar halal bihalal secara virtual, Jumat (29/5/2020). Acara tersebut diikuti sejumlah rekan dari industri pariwisata Indonesia, masyarakat Jawa Timur dan dengan dukungan SmartFM, Indonesia Local Guide, Spazio Tower, Indonesia Retail Republic, GIPI , D’Consulting, Jamu Iboe, Intiland, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengucapkan mewakili jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga jika selama ini terdapat kesalahan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Jumat (29/5/2020) . Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berbicara tentang konteks ‘New Normal’ muncul karena kita menyadari bersama bahwa Covid-19 tidak akan hilang. Covid-19 akan bersama kita dalam waktu yang cukup lama. New Normal dirancang agar masyarakat dapat beraktifitas tetapi terlindung dari Covid-19. “Jadi inilah yang kita sangat berhati-hati”, Jumat (29/5/2020) kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak .

Dirinya mengungkapkan pernyataan dari Gubernur Khofifah Indrparawansa “New Normal tidak bisa dibicarakan tanpa protokol transisi”, ucapnya. Dirinya mencoba membuat contoh analogi konteks New Normal pada dunia pendidikan yaitu pada sekolah tidak bisa lagi menggunakan jumlah siswa yang seperti biasanya sebagai contoh sebelumnya 40 murid dan di masa New Normal di pandemi Covid-19 hanya 20 siswa atau menerapkan shift siang dan sore atau diterapkan jadwal sekolah yang tidak setiap hari dalam seminggu dan ini termasuk guru dan karyawan sekolah.

“Walaupun itu New Normal, kita butuh menerapkan protokol transisi untuk memastikan kita benar-benar siap. Jadi bertahap gitu, menghidupkannya bertahap stater nya bertahap. Nah, inilah yang saya pikir bisa menjadi satu pertimbangan bagi pelaku indutri pariwisata kuliner, bagaimana kemudian terlahir secara New Normal bicaralah fase transisinya seperti apa,” Jumat (29/5/2020) katanya.

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana juga berpendapat sama mengenai konteks New Normal ini harus berjalan paralel ada masa transisi yang dapat dilakukan bersamaan dengan penerapan masa PSBB di Surabaya raya.

“Bagaimana membangkitkan reborn sektor pariwisata maupun sektor kuliner, ini yang kita tidak mungkin menunggu covid turun baru kita bicara itu, jadi ini harus kita bicara paralel. Saat kita menangani covid yang seperti ini kita juga berpikir kedepan, bagaimana kita reborn nanti secara ekonomi khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi”, Jumat (29/5/2020) ungkapnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Gondo Hartono berpendapat tentang konteks New Normal di dunia pariwisata dan restoran berfokus pada protokol New Normal yang akan datang. Dirinya mengungkapkan untuk pariwisata akan dibuat paket-paket bagi para pengunjung untuk objek wisata dan bagaimana protokol New Normal nya.

“Per 1 Juli vietnam sudah mulai buka dan Singapore dan Hongkong juga sudah mulai melayani penumpang transit tapi masih ada pembatasan-pembatasan juga. Indonesia juga akan bertahap menuju ke arah situ ya, sementara domestik yang harus kita jalankan dulu. Tapi kita harus sudah mulai siapkan New Normal”, Jumat (29/5/2020) kata dia. [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *