HARGANAS BKKBN, Refleksi Bangga Kencana Dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas di Pandemi Covid-19

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Published 6 July 2020 · Updated 6 July 2020

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional XXVII (HARGANAS) tahun 2020 tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di masa pandemi Covid-19 ini menuntut seluruh warga Indonesia semua untuk bergotong-royong, solidaritas bersama dalam menjaga anggota keluarga kita agar tidak terpapar oleh Covid-19.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd menjelaskan sesungguhnya, peringatan Harganas ini merupakan bagian tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang pelaksanaan Program KB di Indonesia sejak tahun 1970, yang saat ini genap 50 tahun yang kita kenal dengan sebutan program BANGGA KENCANA, Senin (06/07/2020).

“Kami juga menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada mitra kerja yang selama memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) di masa pandemi ini tetap dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk keluarga Jawa Timur. Tidak terasa, ternyata perjalanan program KB di Indonesia sudah genap 50 tahun. Tentu usianya yang mencapai setengah abad tersebut program KB, telah memberikan warna terhadap pembangunan kependudukan di Indonesia. Indonesia telah mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan baik.

“Saya hitung pada tahun 1971 sampai dengan 1980, laju pertumbuhan penduduknya 2,33% dan saat itu penduduknya hanya 119 Juta. Kemudian menurun dan menurun secara signifikan menjadi 1,43% pada tahun 2010 – 2015. Menurunnya laju penduduk tersebut menjadi dampak daripada pemerintah dalam melaksanakan kebijakan penurunan angka kelahiran melalui program KB”, ujar Sukaryo Teguh Santoso saat acara berlangsung, Senin (06/07/2020) .

Sesuai dengan Kebijakan Nasional Bidang Dalduk KB 2020-2024, bahwa program BANGGA KENCANA, diarahkan untuk “Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing, dan Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan”. Dua agenda tersebut, merupakan bagian dari 7 Agenda prioritas Pembangunan Nasional 2020-2024. Kebijakan nasional tersebut sebagai upaya untuk menyongsong terwujudnya Bonus Demografi 2020-2030 dan Indonesia Emas 2045.

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Published 6 July 2020 · Updated 6 July 2020

Rangkaian HARGANAS ke-27 Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Timur yang sudah dilaksanakan antara lain:

  1. Promosi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Hari Keluarga Nasional ke-27
  2. Rekor MURI Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2020
  3. Aksi GenRe (Generasi Berencana) yakni keluarga bantu keluarga, dan promosi GenRe melalui pembagian masker, stiker dan Kampanye 2125 yakni kampanye mempromosikan usia ideal menikah bagi remaja, 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki
  4. Seminar melalui webinar membahas Peningkatan Kualitas Penduduk di era New Normal dan Pengasuhan 1000 HKP (Hari Pertama Kehidupan) di era New Normal
  5. Kotbah Jumat serentak di masjid-masjid Se-Jawa Timur, pada tanggal 26 Juni 2020, bertema keluarga Samara (sakinah, mawaddah dan warrahmah)
  6. Lomba-lomba tingkat Provinsi meliputi lomba OPD-KB dengan Capaian Terbaik, KODIM terbaik, Provider MOP dengan Capian Akseptor KB Terbanyak, lomba pengelola lini lapangan meliputi Kader IMP (PPKBD/Sub PPKBD) Terbaik, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) non PNS Terbaik, dan Pasangan KB Lestari 20 tahun Terbaik, lomba Vlog bersama keluarga, lomba Tiktok keluarga, dan lomba pemasaran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

Kasus stunting juga harus menjadi perhatian bersama, karena merupakan bagian dari pembangunan manusia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jatim mencapai 32,81 persen. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8 persen. Penguatan program Bangga Kencana menjadi sangat strategis dalam upaya pecegahan stunting, mulai dari program pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dalam acara itu BKKBN mengajak para remaja untuk tetap memperhatikan kesehatan reproduksi demi masa depan mereka apalagi di masa pandemi ini. Maraknya pernikahan usia anak masih banyak terjadi di Jawa Timur. Menurut data kehamilan remaja memang menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun tetapi masih perlu perjuangan untuk dicegah. Berdasarkan data Susenas 2018, angka fertilitas kelompok usia muda ASFR (Age Specific Fertility Rate) pada usia 15-19 tahun yang sudah pernah melahirkan adalah sebesar 30 per 1000 wanita. Hal ini dapat meningkatkan jumlah kematian ibu dan kematian bayi. [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *