Ini Alasan Pemerintah di Balik Batalnya PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Gambar Penyekatan Ganjil Genap – Kompas.com

SMARTFMSURABAYA.COM Pemerintah memutuskan untuk tidak menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di semua wilayah Indonesia saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan PPKM di masa Nataru akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap akan digencarkan.

“Betul bahwa pemerintah tidak akan menerapkan level 3 pada periode Natal dan tahun baru nanti,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi, Rabu (8/12/2021).

Jodi menjelaskan, alasan pembatalan ini karena merespon perkembangan penanganan yang sudah cukup baik. Maka pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Natal dan Tahun Baru.

“Penerapan PPKM selama Nataru tetap akan mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan tentunya beberapa pengetatan,” ujarnya.

Masyarakat Telah Miliki Antibodi Covid-19

Keputusan ini juga berdasarkan pada capaian vaksinasi dosis satu di Jawa Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis dua yang mendekati 56 persen.

“Vaksinasi akan terus digenjot hingga saat ini telah mencapai 64 persen dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali,” jelasnya.

Dia menegaskan, jika dibandingkan dengan Nataru lalu, saat itu masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi sehingga rawan penyebaran covid-19. Sementara, Nataru tahun ini sebagian masyarakat sudah memiliki antibodi covid-19.

“Sebagai perbandingan belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil survei juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi covid-19,” ujar Jodi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, Indonesia sejauh ini berhasil menekan angka kasus konfirmasi Covid-19 harian dengan stabil di bawah angka 400 kasus. Selain itu, jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit (RS) juga mengalami penurunan.

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *