Konsep Baru, Kebun Raya Bogor Hadirkan “GLOW”

Foto: Pakar konservasi Gregori “Greg” Garnadi Hambali saat konpres di KRB, Jumat (08/10/2021).

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Kebun Raya Bogor (KRB) mulai mengenalkan konsep eduwisata baru di bertajuk Glow. Melalui program baru ini, masyarakat umum, pelajar hingga peneliti bisa datang untuk melihat secara langsung.

Peneliti lepas penyandang gelar Master of Science (MSc) dalam bidang Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik, Gregori Garnadi Hambali atau yang biasa disapa Greg Hambali turut menyampaikan pendapatnya.

Menurutnya, adanya GLOW dapat mengarah kepada penelitian dan pengamatan yang lebih mendalam, terhadap flora dan fauna KRB yang aktif pada malam hari. Sementara di KRB sebenarnya juga terdapat berbagai tanaman yang justru aktif bereproduksi pada sore hingga malam hari. Seperti, pohon petai, pohon kapuk, dan pohon durian.

Greg Hambali yang merupakan pensiunan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini melanjutkan, program GLOW juga berkaitan dengan upaya edukasi tentang konservasi tumbuhan yang juga diterapkan oleh pengelola Kebun Raya Bogor.

“Kalau kita di sini alergi penelitian malam hari, bagaimana kita bisa lihat mengupayakan konservasinya? Jadi kita mesti paham proses apa yang terjadi di alam ini secara holistik, bukan sepotong-sepotong. Prosesnya malam itu berkesinambungan,” ujar Greg, Jumat (8/10/2021).

Lulusan departemen biologi Universitas Birmingham Inggris tahun 1976 ini menyampaikan, dengan adanya program GLOW, anak-anak yang datang dapat melihat dan mengamati tumbuhan yang aktif pada malam hari. Sekaligus melihat tayangan video mapping tentang sejarah, konservasi dan penelitian di Kebun Raya Bogor dengan latar belakang pepohonan.

Menurut Greg, konsep ini perlu diapresiasi dan ada baiknya semua pihak datang untuk melihat langsung agar mengerti makna yang disampaikan dari program ini.

“Dengan program GLOW ini, akan membuat lebih banyak anak-anak tertarik datang ke Kebun Raya Bogor. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar lebih dalam tentang yang terjadi di lingkungannya, bukan saja di siang hari tapi juga di malam hari,” tutur pria yang dikenal sebagai Bapak Aglaonema ini.

“Ini menjadi hal yang harus kita perhatikan. Jadi jangan alergi terhadap hal-hal yang baru,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gregori Garnadi Hambali atau yang biasa disapa Greg Hambali merupakan nama yang melekat di kalangan komunitas penggemar tanaman hias khususnya Aglaonema sehingga dijuluki Bapak Aglaonema Indonesia.

Sudah lebih 20 tahun Gregori Garnadi Hambali melakukan penyilangan tanaman hias. Dari beliau muncul berbagai persilangan Aglaonema baru salah satunya aglaonema Pride of Sumatra, dan karya paling fenomenalnya adalah Aglaonema Harlequin yang terjual Rp 660 juta pada 2006. [bud]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *