Koperasi Ternak Asal Surabaya Ekspor Ribuan Domba Ke Beberapa Negara ASEAN

Sumber Foto SmartFM Surabaya · Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Acara BKKBN: Temu Bareng Penyuluh KB Provinsi Jatim, Kamis (03/09/2020)

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Peternak Jawa Timur patut berbangga karena untuk pertama kalinya prestasi ekspor Domba ke salah satu bagian negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) yakni negara Brunei Darusalam dengan jumlah 2.650 domba, Senin (21/12/2020). Domba ini berasal dari Koperasi Peternak Indonesia Cita Berdikari Surabaya yang di peroleh dari berbagai peternak daerah di Jawa timur dan dikirim melalui Terminal 1 Kargo Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/12/2020).

Pelepasan ekspor domba ini di hadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya Musyaffak Fauzi melepas ekspor 2.650 domba ke Brunei Darussalam. Khofifah mengungkapkan mengapresisasi ekspor domba di tengah pandemi karena akan mensejahterakan masyarakat dan hal ini merupakan prestasi luar bisa bagi peternak Jatim yang dapat menembus pasar Internasional.

“Saya mengapresisasi koperasi jasa peternakan karena berprestasi ekspor domba ke Brunei Darusalam di masa pandemi dan juga ke beberapa negara Timur Tengah. Ini merupakan harapan baru dan prestasi yang luar biasa bagi peternak Jatim, ungkap Khofifah di sela-sela pelepasan Domba di Terminal 1 Kargo Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/12/2020).

Gubernur Jawa timur juga meminta kepada dinas terkait untuk dapat berkolaborasi untuk mensukseskan dan melancarkan ekspor impor di Jawa Timur. Dirinya juga mengatakan kalau di 2021 mendatang akan ada Rumah Ekpor Center untuk produk-produk yang akan di ekspor.

“Sekarang budidaya yang harus kita support, Kepala Dinas Peternakan saya minta untuk bersinergi hal-hal yang terkait dengan proses kelengkapan administrasi ekspor impor. Dan nanti insyaallah Januari kita akan mulai punya rumah Ekspor Center agar makin memudahkan proses ekspor ini”, kata Khofifah, Senin (21/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi menjelaskan ekspor ini sejalan dengan salah satu tugas penting karantina pertanian yaitu mendorong akselerasi ekspor, selain melindungi wilayah negara Indonesia dari masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan.

“Hal inilah yang mendasari Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) meluncurkan progam Gratieks (Gerakan tiga kali lipat ekspor). Program ini bertujuan untuk mendorong tumbuh kembangnya ekspor produk pertanian baik dari sisi jumlah eksportir, negara tujuan, maupun ragam komoditas pertanian”, katanya, Senin (21/12/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *