Maladministrasi Penyebab 4 TPS Di Jatim Di Rekomendasikan Coblosan Ulang

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur tanggal 11 Desember 2020 menyebutkan ada Empat tempat Pemungutan Suara (TPS) yang harus melakukan Pencoblosan Ulang (PU) atau Pemungutan Suara Ulang (PSU). KPU menyatakan ada pelanggaran yang terjadi di Empat TPS tersebut Kepada SmartFM, Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan, (Jumat, 11/12/2020) 4 TPS tersebut yakni di TPS 3 Desa Purwodadi, Kabupaten Malang, TPS 46 Kelurahan Kedurus, Kota Surabaya, TPS 4 Desa Tambaagung, Sumenep dan TPS 2 Desa Tenonan Sumenep. Terkait pencoblosan ulang di Kabupaten Malang dilaksanakan 12 Desember. Kota Surabaya melaksanakan 13 Desember dan untuk PSU 2 TPS di Sumenep masih akan dijadwalkan.

Untuk TPS 3 Desa Purwodadi, Kabupaten Malang dirinya menjelaskan karena ada pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan bukan warga sekitar kemudian oleh KPPS di fasilitasi untuk melakukan pencoblosan. Sedangkan untuk TPS 46 Kedurus, Kota Surabaya, ditemukan penandaan nomer urut di kertas suara dengan tujuan untuk memudahkan tim KPPS untuk perhitungan surat suara.

“Untuk TPS yang diulang di Malang dikarenakan ada pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan bukan warga sekitar ini kemudian datang ke TPS dan oleh KPPS di fasilitasi untuk menggunakan hak pilihnya. Sehingga dalam regulasi itu seharusnya tidak boleh atau di larang karena yang bersangkutan bukan warga setempat atau warga sekitar. Yang ada di Surabaya ditemukan ada KPPS yang memberikan penandaan berupa nomer urut di surat suara. Setelah kita konfirmasi penandaan ini dimaksudkan leh KPPS nya agar nanti memudahkan ketika proses perhitungan surat suara. Meskipun begitu itu juga ter kategori tetap melanggar karena di khawatirkan melanggar asas pemilu sendiri yaitu terkait kerahasiaan pemilih. Sehingga tetap akan dilaksanakan proses pemungutan suara ulang”, jelas Anam, jumat (11/12/2020).

Terkait pencoblosan ulang di KPPS di Kabupaten Sumenep ada 2 kali hak pilih dari satu orang yang menggunakan undangan yang berbeda dalam satu keluarga dimana terdapat salah satu keluarga yang tidak bisa datang dan akhirnya di wakilkan.

“Kemudian yang terbaru di Kabupaten Sumenep, juga KPPS nya juga sama Maladministrasi dan tidak ada motif fraud atau kesengajaan. Ditemukan satu pemilih menggunakan dua kali hak pilih. Yang bersangkutan menggunakan undangan dari keluarganya yang tidak bisa datang dan yang bersangkutan mewakili dan oleh KPPS tetap diterima. Hanya untuk Sumenep belum dipastikan kapan Pemungutan Suara Ulang”, kata Anam, Jumat (11/12/2020).

Untuk persiapan logistik atau surat suara PSU di 19 Kabupaten/Kota telah tersedia masing-masing 2000 surat suara untuk Pemungutan Suara Ulang atau PSU.

“Di KPU sudah siap karna memang dari setiap Kabupaten/Kota ini kita siapkan 2000 surat suara untuk kebutuhan surat suara ulang. Tinggal mungkin menggu dari stake holder”, katanya Jumat (11/12/2020).

“Tahapan berikutnya setelah tahapan pemungutan surat suara ini adalah proses rekapitulasi secara berjenjang di Kecamatan dan Kabupaten/Kota. Jadi hari ini kawan-kawan di Kacamatan se Jawa Timur sudah mulai rekaputulasi yakni dari tanggal 10 Desember sampai tanggal 13 Desember. Sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota ini kita berikan waktu maksimal sampai tanggal 17 Desember untuk melakukan rekap”, paparnya, Jumat (11/12/2020).

Choirul Anam juga berharap kepada pasangan calon saat menunggu hasil rekapitulasi, untuk tidak memberikan pernyataan tentang kemenangan apapun dan tidak melakukan euphoria atau yang menimbulkan kerumunan masa.

“Untuk menunggu hasil rekap tersebut kami juga berharap untuk seluruh pasangan calon tidak segera melakukan pernyataan-pernyataan kemenangan, jadi kita tunggu tahapan sampai final dan tidak ada euphoria yang berlebihan sehingga menimbulkan kerumunan masa”, tegas Anam, Jumat (11/12/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *