Membangun Optimisme Persiapan Pilkada Serentak 2020 Kota Surabaya

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Published 29 June 2020 · Updated 29 June 2020

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mengusung tema Membangun Optimise Persiapan Pilkada Serentak 2020 Kota Surabaya. Subairi, SPd , Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat & SDM(Sosdiklih Parmas & SDM) KPU Kota Surabaya kepada SmartFM, Senin (29/6/2020) mengungkapkan KPU Kota Surabaya mempunyai dua tugas yang diemban dalam Pemilihan Kepala Daerah kali ini, yakni pelaksanaan  tahapan   pemilihan serentak lanjutan 2020 dan kondisi bencana non alam Covid-19.

“Kita mengemban dua tugas sekaligus, yang pertama melanjutkan Pilkada serentak lanjutan mengsukseskan Pilwali Kota Surabaya dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan yang kedua tugas mengkampanye kan protokol kesehatan Covid-19”, Senin (29/6/2020) kata Subairi.

Pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) di Kota Surabaya 2020 akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 berdasarkan regulasi Surat Edaran (SE) Nomer 20 tahun 2020 tentang pelaksanaan tahapan pemilihan serentak lanjutan 2020 dalam kondisi bencana non-alam Covid-19. Untuk prosedur kegiatan dalam ruangan berupa rapat Pleno terbuka , Rakor, Bimtek, Sosialisasi dan / atau kegiatan lainnya yakni membatasi jumlah peserta yang hadir, seluruh peserta dicek kondisi suhu tubuh, kemudian posisi kursi atau meja diatur paling kurang 1 meter, peserta dan personel harus memakai masker dan jika perlu memakai sarung tangan, lalu tidak berjabat tangan/kontak fisik, kebersihan ruangan tempat kegiatan, apabila menerima berkas, harus disterilisasi terlebih dahulu, menghindari kerumunan peserta didalam dan diluar, imbuan ke peserta supaya mematuhi protokol kesehatan covid-19, selanjutnya penyediaan sarana sanitasi berupa tempat cuci tangan dan penyediaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan.

“Kedepan akan banyak menyesuaikan dengan protokol kesehatan, semisal kampanye terbuka. Kita memang disarankan untuk tidak mengundang kerumunan orang banyak. bisa juga nanti juga bisa menjadi peluang dengan teman-teman media atau televisi bisa juga kampanye nya ditarik ke indoor”, Senin (29/6/2020) ungkap Subairi.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Pikada serentak ditunda karena seiring dengan ditetapkannya bencana akibat Covid-19 oleh Badan Penanggulanagn Bencana (BNPB). Subairi menjelaskan kalau KPU melakukan penundaan empat tahapan yang ditunda. Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Verivikasi vaktual calon perseorangan, Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) dan secara otomatis Pilkada yang dijadwalkan 23 September 2020 itu ditunda.

“Sejarahnya, kenapa kemudian Pilkada serentak itu ditunda. di tanggal 21 Maret 2020 seiring dengan ditetapkannya bencana akibat Covid-19 oleh Badan Penanggulanagn Bencana (BNPB). Disitu KPU melakukan penundaan empat tahapan yang ditunda. Satu pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), dua itu verivikasi vaktual calon perseorangan yang ketiga itu Pembentukan PPetugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan yang keempat itu Pencocokan dan Penelitian (Coklit) dan secara otomatis Pilkada yang dijadwalkan 23 September 2020 itu ditunda. Kemudian muncullah Peraturan Pengganti Undang-Undang tahun 2020 (Perpu) yang di tandatangani Presiden Jokowi meminta untuk Pilkada itu dianjutkan kembali dengan opsi penundaan 9 Desember 2020 , 17 Maret 2021 dan 9 September 2021.

“Perpu di tindak lanjuti dalam rapat dengar pendapat dan bersepakat di tanggal 27 Mei 2020, Pilkada serentak dilanjutkan dan disepakati di tanggal 9 Desember 2020 lalu meminta kepada KPU menyipakan regulasinya PKPU dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19”, Senin (29/6/2020) ungkapnya. [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *