Mengenal Greenhouse dan Mini Agro Wisata di Pagesangan, DKPP Surabaya

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Mini Agro Wisata DKPP Surabaya

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan penanaman tanaman pangan di berbagai lahan di Kota Pahlawan, pengembangan Greenhouse pembibitan dan juga Mini Agro Wisata. Kepada SMARTFM, Kepala Seksi Pengembangan Pertanian Perkotaan, Antin Kusmira, SP ,M.Agr memaparkan tentang Greenhouse dan Mini Agro Wisata di Jalan Pagesangan II nomor 56, Surabaya.

“Kalau disini untuk Greenhouse itu ada 5, yaitu Greenhouse pembibitan sayur, Greenhouse pembibitan toga, Greenhouse tanaman anggrek, Greenhouse tanaman buah dan Greenhouse toga Juga. Kalau Mini Agro Wisata terdiri dari tanaman Holtikultura, tanaman buah dan sayuran serta toga. Tanaman buah itu terdiri ada kalau sekitar 50 jenis, kemudian tanaman sayuran sekitar 20 jenis dan kalau tanaman toga diatas 100 jenis”, paparnya, Rabu (02/09/2020).

Dirinya juga menjelaskan terkait Greenhouse pembibitan yang letaknya dekat dengan pintu masuk kantor DKPP Surabaya merupakan tempat untuk pengambilan bibit oleh warga Kota Surabaya terkait ketahanan pangan dan juga yang akan mengikuti lomba Surabaya Smart City.

“Pembibitan sayuran terdiri ada cabe, tomat, terong, okrak, rosela kemudian pare dan labu seperti itu. Untuk update stock pembibitan di Greenhouse untuk urban farming pembibitan bisa tanya petugas DKPP Surabaya yang mendampingi gitu. Bahwa sekarang sedia stock jenis sayuran ini ini ini begitu. Kemudian warga di tawarin mau yang jenis mana”, jelasnya, Rabu (02/09/2020).

Terkait permintaan stimulan bibit untuk urban farming di khususkan hanya untuk warga Kota Surabaya dan permohonan dapat perorangan ataupun melalui Kelompok RT (Rukun Tetangga) atau RW (Rukun Warga) dan di ketahui Kelurahan. Antin menjelaskan detail terkait permintaan stimulan bibit di kantor DKPP Kota Surabaya

“Untuk terkait bantuan tanaman di khususkan untuk warga Kota Surabaya. Boleh permohonan itu melalui RT RW yang lebih bagus diketahui juga oleh Kelurahan. Kemudian mereka mengajukan beberapa tanaman dan kami akan penuhi dari stock yang ada. Kemudian kami minta berita acara bahwa kami sudah menyerahkan beberapa jenis dengan jumah tertentu di lampiri dengan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk). Kalau yang perorangan sama, datang ke sini menyerahkan foto kopi KTP, mengisi formulir untuk permintaan bantuan kemudian juga kesanggupan untuk pemeliharaan tanaman”, katanya, Rabu (02/09/2020).

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Greenhouse Pembibitan DKPP Surabaya

Terkait pembinaan atau monitoring kelompok RT RW dari DKPP Surabaya, bersinergi dengan petugas penyuluh lapangan di kecamatan Kota Surabaya sekitar 1 minggu dua kali, tetapi jika ada masalah yang sangat insidental dari para warga Kota Surabaya dapat langsung ke Kantor DKPP. Dirinya mengungkapkan dalam waktu dekat ini dikarenakan Pandemi covid-19 masih fokus terkait permintaan bibit untuk ketahanan pangan Kota Surabaya dan tidak membuka untuk kunjungan edukasi wisata untuk Mini Agro Wisata.

“Karena masih pandemi, jadi kami saat ini masih memberikan layanan untuk bibit saja untuk terkait kunjungan edukasi kami masih belum bisa menerima. Masih menunggu perkembangan dari pandemi ini. Untuk perorangan maksimal mengambil 5 bibit dan untuk RT RW minimal sekali 50 atau di kisaran 100 dan itu bervariasi tergantung stock yang ada tetapi yang pasti ada itu adalah toga dan sayuran kalau tanaman buah karena kami belum bisa perbanyakan sendiri maka, tergantung dari kami pengadaan.

“Untuk Ketahanan Pangan kalau dulu semua diminati ya toga dan sayuran. Tetapi karena kami sekarang menyediakan tanaman pangan yaitu alternatif beras yaitu bibit tales, ketela pohon, ketela rambat maka itu juga menjadi diminati. Tetapi karena untuk mendukung ketahan pangan”, kata Antin, Rabu (02/09/2020).

Kegiatan Surabaya Smart City, merupakan lomba kampung dari pemerintah Kota Surabaya melalui DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) Kota Surabaya yang di ikuti khusus warga Kota Surabaya minimal 2 RW per kelurahan di Kota Surabaya dengan berbagai kriteria penilaian seperti dari lingkungan, kemudian teknologi untuk pemanfaatan pekarangan, pengelolaan limbah dan lainnya.

“Kami mendukung untuk dalam rangka wilayah-wilayah RT RW itu mengikuti lomba yang diadakan oleh pemerintah Kota Surabaya melalui kawan-kawan DKRTH yaitu Surabaya Smart City. Bahwa Surabaya Smart City adalah lomba kampung yang disana dinilai baik itu mulai dari lingkungan, kemudian teknologi untuk pemanfaatan pekarangan, pengelolaan limbah dan lain-lain sampah-sampah khusus warga Kota Surabaya”, katanya, Rabu (02/09/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *