‘New Normal’ Life di Jawa Timur

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Published 15 June 2020 · Updated 15 June 2020

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya raya yang meliputi Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik sudah berakhir tanggal 8 Juni 2020. Tatanan normal baru atau ‘New Normal’ Life sudah mulai di konsepkan di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Radio talk (diskusi melalui online) menyikapi ‘new normal’ life di Jawa Timur di tengah pandemi covid-19 akan dilaksanakan secara bertahap.

Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Provinsi Jawa Timur serta Kolonel (Arm) Imam Haryadi, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya kemudian Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim dan Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM, Wakil Rektor UNITOMO Surabaya dalam radio talk bersama 88.9 SMARTFM Surabaya menyikapi hal itu dengan pemaparan secara umum dan juga sesuai bidang masing-masing.

Pada kesempatan itu, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Provinsi Jawa Timur mengungkapkan PSBB dan tidak adalah salah satu cara untuk mengurangi penyebaran virus corona dan yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan di sebuah sektor. Aksi efektif mendukung Jatim menuju ‘new normal’ dari Diskominfo Jatim yakni bersinergi dengan dinas dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi terkait covid-19.

“Dalam SK Gubernur ada yang namanya Satgas Humas. Diantaranya anggotanya adalah pak Kapendam Imam Haryadi, terus kemudian pak Trunoyudo Kabid Humas Polda Jatim, terus kemudian banyak insan-insan media. Intinya adalah satgas humas itu mensosisalisasikan kepada masyarakat tentang covid. Covid itu seperti apa, bahayanya seperti apa, langkah kita seperti apa. Kita kami bertiga ini termasuk anggota yang lain seperti PWI, PRSNI dan sebagainya. Kita diantaranya sudah membuat buku pedoman penanganan covid-19 ini, kemudian buku pemulasaraan kemudian juga buku PSBB itu di terbitkan oleh tim satgas humas ini”, Senin (15/6/2020) katanya.

Kolonel (Arm) Imam Haryadi, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya mengungkapkan ‘new normal’ di Provinsi Jawa Timur di tengah pandemi covid-19 harus diikuti karena juga salah satu cara untuk mencegah penambahan atau mengurangi penularan covid-19.

“Ketika tentang ‘new normal’ kurang lebih pengertiannya menurut kami juga sama, cuma mungkin bidangnya kita yang berbeda jadi kita aplikasi di bidang tugas kita masing-masing.

“Ada perubahan budaya hidup, pola hidup di tengah covid-19, perubahan perilaku dalam menjalankan aktifitas artinya kalau menggunakan masker, kemudian adanya adaptasi terhadap aktifitas kita dengan aktifitas yang sama tapi perilaku kita berbeda kemudian beberapa ketentuan-ketentuan yang harus kita laksanakan seperti di tempat umum, kemudian bagaimana setelah kita mengawali kegiatan dan menyelesaikan kegiatan kemudian masuk dalam suatu kerumunan saya pikir seluruh protokol kesehatan itu tanpa terkecuali kami pun juga melaksanakannya baik kami yang ada di lapangan, di medis tentara sendiri juga ada, ataupun juga sekaligus kontak langsung prajurit-prajurit seperti Babinsa, Danramil kemudian Dandim termasuk juga pasukan tempur yang ada di kesatuan. Saya pikir strategi itu yang harus terus kita laksanakan karna vaksin itu kan belum di temukan. Disiplin adalah vaksin”, Senin (15/6/2020) ujarnya.

Sumber: Youtube SmartFM Surabaya · Published 15 June 2020 · Updated 15 June 2020

Tentang ‘new normal’ di Provinsi Jawa Timur yang di katakan Trunoyudo Kabid Humas Polda Jatim juga sepakat PSBB dan tidak adalah salah satu metode untuk memutus mata rantai covid-19 dan yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan di semua sektor. Kebiasaan yang sebelumnya harus menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat dan menjaga jarak, di ‘new normal’ ini untuk posisi tersebut menjadi normal karena masyarakat tetap menjadi produktif tetapi dengan pola hidup sehat dan bersih.

“Dalam posisi ‘new normal’ bagaimana pola hidup sehat dan bersih sehingga prinsipnya masyarakat tetap produktif namun tetap sehat. Kemudia dengan pola-pola apa yang dilakukan intinya Polda Jawa Timur selalu melakukan kolaborasi dalam hal ini Forkopimda yaitu bapak Kapolda Jatim, bapak Pangdam V/Brawijaya dan Ibu Gubernur ini selalu melakukan intens evaluasi dan koordinasi bagaimana dinamika yang ada di masyarakat.

“Kemudian dengan pola, dari Forkopimda Jatim sekarang sedang mengembangkan yang dinamakan Kampung Tangguh. Ini adalah basis dari pranata sosial terkecil karena di mulai dari RW, dusun atau desa. Caranya dengan apa new normal ini saya sepakat dengan Kapendam caranya dengan disiplin dan kemudian pranata sosial inilah yang membentuk komunitas imun karena kita hambatan tantangannya sama, kita berangkat dari Kampung Tangguh “, Senin (15/6/2020) katanya.

‘New normal’ life dari sisi Akademisi yang dikatakan oleh Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM, Wakil Rektor UNITOMO Surabaya untuk regulasi di masa PSBB Surabaya raya di tingkat universitas telah dilaksanakan dengan tertib melaksanakan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota Surabaya raya yakni dengan melaksanakan Tri Dharma kegiatan wajib dari perguruan tinggi dan juga tata kelola kampus secara online. Terkait pembelajaran skema daring atau online di perguruan tinggi diungkapkan dirinya kalau itu adalah hal yang efektif dan efisien untuk dijalankan ditengah pandemi covid-19.

“Khusus untuk pendidikan tinggi disinilah letak positif nya ada gitu dari pandemi ini. Jadi yang tadinya kita masih Omi antara online dan offline akhirnya visit root to cyber campus itu bisa sedikit demi sedikit di aksanakan secara totally. Jadi kalau dulu melaksanakannya itu secara berat karena sekarang ini sudah wajib dan harus gitu bahwa pendidikan harus jalan terus, masa study mahasiswa harus jalan terus maka akhirnya bisa dilaksanakan secara total dan bisa dipahami insan kampus. Bahkan kelebihannya lagi dengan standar protokol kesehatan yang sekarang ini sedang didengung-dengungkan itu tidak hanya menghindarkan kita justu yang sekarang ini yang terasa di komunitas kita, terutama di pendidikan tinggi itu tidak hanya menghindarkan kita dari virus, tetapi menghindarkan kita dari banyak bakteri dan penyakit”, Senin (15/6/2020) ungkapnya.[lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *