Pariwisata Jatim Re-Opening Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat di Tengah Pandemi

Sumber SmartFM Surabaya : Foto Salah Satu Wisatawan Motor Trail Wisata Gunung Bromo

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.comPariwisata Jawa Timur (Jatim) re-opening di tengah pandemi covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepala Dinas Disbudpar (Dinas Budaya dan Pariwisata) Jatim, Sinarto mengungkapkan sudah ada 570 tempat wisata alam dan buatan yang re-opening di Jawa Timur.

“Jadi begini kami selalu update setiap jumat, sudah ada 570(Per 16/10/2020) daerah tujuan wisata yang sudah re-opening. Dari 969 sudah diatas 50% nya, ya itu wisata alam, buatan. Yang agak seret wisata budaya. Karena apa, kerumunannya tidak gampang dikendalikan kerumunan nya. Sehingga ada batasan orang untuk masuk. Wisata alam yang paling menarik”, ungkap Sinarto, Sabtu (17/10/2020).

Berkaitan dengan dengan monitoring atau komitmen manajemen terkait phisical distancing dan protokol kesehatan (prokes) untuk pengunjung tempat wisata dirinya menjelaskan sudah ada sejumlah pengelola atau manajemen yang sangat komit untuk protokol kesehatan dan pengelolaan jumlah orang.

“Kami melanjutkan ada rekomendasi dari Kementerian Pariwisata itu kapasitas yang memahami betul kan kan memang pengelolanya. Jadi yang pertama dulu itu tidak lebih dari 20% lalu dilakukan tahapan-tahapan evaluasi bisa merangkak sampai dengan 50%. Batas jarak orang itu sendiri itu si pengelola harus bisa mengendalikan sendiri dan konkritnya ya pasti pengelola yang harus tau”, jelasnya, Sabtu (17/10/2020).

Dirinya mengapresisasi penggunaan teknologi layanan-layanan pengunjung sehingga crowd monitoring atau pengelolaan orang dapat di pantau secara daring. Yakni wisata alam kecuali desa wisata kecil.

“Kalau desa wisata jarang online. Saya kemarin ke desa wisata Licin, Banyuwangi (Desa wisata Taman Sari Banyuwangi, Kecamatan Licin) ada kolam renang yang bagus. Nah itu petugasnya banyak banget, setiap orang di tanya lalu diatur. “Pak monggo sak niki teng gene warung rumiyen mriku ngaso soale mpun katah, ini sudah banyak pak mboten pareng”. Nah seperti itu menjadi satu ketegasan dari pengelola, ada kegiatan lain yang ditawarkan ketika menunggu giliran untuk masuk”, katanya, Sabtu (17/10/2020).

Untuk tujuan wisata selatan, dirinya menjelaskan tidak hanya Banyuwangi, tetapi Blitar, Kediri dan Trenggalek sudah berjalan. Sedangkan untuk Kabupaten Pacitan Sinarto menghargai komitmen daerah yang belum bisa membuka beberapa wisata disana.

“Kalau di Selatan saya tidak hanya menyalurkan Banyuwangi, Blitar sudah berjalan, di Kediri sudah berjalan sampai Trenggalek sudah berjalan. Lalu Pacitan kemarin kebetulan saya ketemu sama DPRD nya memang ada tempat-tempat yang memang belum bisa menerima secara penuh dan juga masih pengawasan penuh orang-orang dari luar Kabupaten Pacitan. Secara prinsip kita hargai, tapi saya kemarin sampaikan coba buat tata kelola yang bagus supaya masyarakat manapun menjadi aman di tempat panjenengan dan dia juga kita arahkan dari sektor lain untuk melakukan pengamanan dirinya sendiri. Kalau tidak seperti itu arrange tugasnya gak jalan-jalan itu kalau sepihak saja”, kata dia, Sabtu (17/10/2020).

Sunarto juga menjelaskan untuk tujuan wisata daerah bagian utara belum menerima laporan secara detail dari tim pengelolaan. Adapun beberapa wisata daerah utara yakni wisata religi makam, wisata alam Setigi Gresik, kolam renang air hangat Tuban, pantai dan paralayang.

“Kearah utara, kami belum dapat laporan banyak untuk pengelolaan terutama makam-makam. Ada juga yang bisa menerima tapi dengan batasan yang tidak gampang juga. kalau kawasan alam nya sudah berjalan, Setigi,Gresik sudah berjalan baik, lalu di wilayah Tuban ditemukan kolam renang air hangat, di pantai-pantai dan tempat-tempat adventure nya paralayang dan sebagainya sudah berjaan dengan baik”, kata Sunarto, Sabtu (17/10/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *