Respons Kemendag Tentang Produk China Diklaim Masih Menguasai Situs Belanja Online RI

Ilustrasi Belanja Online

SMARTFMSURABAYA.COM Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam negeri mengeluhkan e-commerce banyak dikuasai produk China dengan harga jauh lebih murah. Hal ini memunculkan ketidakadilan sebab produk lokal menjadi kalah saing.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, pemerintah sudah berupaya menekan peredaran barang impor di e-commerce. Terutama produk yang dianggap mengganggu industri dalam negeri.

“Sementara yang beredar di e-commerce saat ini adalah produk impor yang sudah berada di dalam negeri dan dipasarkan oleh pedagang dalam negeri,” ujar Oke kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Oke melanjutkan, pemerintah mengimbau platform e-commerce untuk mau menyesuaikan produk jual dengan produk lokal. Hasilnya beberapa platform e-commerce sudah mengurangi produk impor langsung dari luar negeri.

“Beberapa platform yang cross border sudah menyesuaikan dengan imbauan pemerintah untuk menawarkan produk impor dari pedagang langsung dari luar,” katanya.

UKM Mengeluh e-Commerce Banyak Dikuasai Produk China
e commerce banyak dikuasai produk china
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta industri kecil menengah (IKM) mengeluhkan maraknya barang impor beredar di toko online (e-commerce), khususnya yang berasal dari China. Barang barang asal Negara Tirai Bambu tersebut dijual dengan harga murah.

“Kami melihat masih banyak keluhan barang-barang dari luar khususnya Tiongkok, itu masih dijual dalam platform dengan harga yang sangat murah,” ujar Haryadi dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Hariyadi mengatakan, pemerintah sudah membuat kebijakan penetapan bea masuk sebesar 7,5 persen untuk barang dengan nilai di atas USD75 namun belum berhasil menekan peredaran barang impor. Untuk itu, pemerintah diminta mencermati permasalahan tersebut agar tercipta persaingan usaha yang adil.

“Jadi jangan sampai ada ketidakadilan lah gitu ya, jadi jangan ada sampai yang melakukan dumping atau melanggar aturan-aturan sehingga dia bisa menjual dengan sangat murah padahal harusnya tidak seperti itu,” katanya.

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *