Surabaya Gencar Sosialisasi Prokes Lewat Seni Mural

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Kampanye Protokol Kesehatan yang dibuat Komunitas Seni Mural BIMS (Budal Isuk Muleh Sakkarep) di Ketabang Kali, Surabaya (17/10/2020)

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan upaya dan inovasi guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Baru ini, kesenian mural menjadi salah satu inovasi untuk kampanye atau mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes). Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengungkapkan pemkot akan terus gencar mensosialisasikan protokol kesehatan di Kota Surabaya guna memutus mata rantai Covid-19.

“Pemkot tidak habis-habisnya untuk mengingatkan masyarakat untuk perubahan perilaku (mematuhi protokol kesehatan)”, ucap Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto, Minggu (18/10/2020).

Di sepanjang viaduk sekitar Jalan Ketabang Kali Surabaya dipenuhi dengan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan atau 3M (memakai masker, menjaga jarak atau hindari kerumunan dan mencuci tangan) di tengah pandemi Covid-19. Kesenian Mural yang di gagas pemkot Surabaya berkolaborasi dengan beberapa seniman mural Surabaya yakni Komunitas Budhal Isuk Mulih Sakkarep (BIMS).

Sosialisasi protokol kesehatan (prokes) di Surabaya terus digencarkan dengan tujuan kedisiplinan warga terus meningkat. Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi prokes sebagai pemutus mata rantai penyebaran Covid-19 lewat seni mural. Kepada SmartFM anggota BIMS, Muhammad Wahyudi saat di konfirmasi mengungkapkan proses pembuatan kesenian mural ini dimulai pukul 5 sore dan berakhir pukul 12 malam. Dirinya juga mengatakan kampanye prokes untuk memutus mata rantai covid-19 ini sangat bersifat positif.

Sumber: Foto SmartFM Surabaya · Kampanye Protokol Kesehatan yang dibuat Komunitas Seni Mural BIMS (Budal Isuk Muleh Sakkarep) di Ketabang Kali, Surabaya (17/10/2020)

“Start mural jam 5 sore, selesai jam 12 malam. Tanggapan saya secara pribadi atas project mural Prokes ini bersifat positif, karena selain mengingatkan penduduk terhadap adanya covid-19 yang sampai saat ini mungkin masih melanda. Yang divisualkan adalah sosok figure yang mencontohkan memakai masker adalah bentuk awal yang sederhana dalam membantu pencegahan penularan virus covid- 19, terutama pada diri sendiri”, katanya, Senin, (19/10/2020).

Wahyu sapaan akrabnya menjelaskan tentang value atau pesan moral yang disampaikan pada kesenian mural yang digambarnya adalah diharapakan masyarakat dapat mengawali kesehatan dari diri sendiri terlebih dahulu.

“Pesan moral yang disampaikan adalah awali jaga kesehatan mulai dari diri masing-masing dan lindungi orang orang terdekat”.

Lebih lanjut Wahyu juga berpesan agar masyarakat bisa sadar pada diri sendiri jika merasa kurang sehat dan ada muncul gejala covid 19. “Sadar pada diri sendiri. Jika kita merasa kurang sehat dan ada muncul gejala covid-19, lebih baik kita mengisolasi secara mandiri. Nongkrong silahkan, asalkan tubuh sehat dan memiliki imun yang kuat”, ungkapnya, Senin, (19/10/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *