Tunggu Aturan Resmi, SMP Di Surabaya Siapkan Rencana Belajar Tatap Muka

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Dinas Pendidikan Kota Surabaya tengah mempersiapkan sekolah jenjang menengah pertama untuk menyiapkan skema pembelajaran tatap muka jika sekolah kembali dibuka. Kepada SmartFM, Mami Suparmi, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjelaskan kalau sudah ada persiapan tetapi masih menunggu regulasi dan aturannya. Persiapan itu berkolaborasi dengan berbagai tim ahli yakni tim Epidemologi, Ikatan Dokter Anak, tim manajemen resiko, satuan tugas Covid-19, perwakilan orang tua dan beberapa Dinas terkait untuk melakukan kajian.

“Jadi untuk Kota Surabaya memang ini persiapan, jadi persiapan itu kita melakukan kajian-kajian yang mendatangkan dari berbagai tim ahli dari tim ahli Epidemologi, dokter anak, kemudian tim manajemen resiko dan berbagai satuan tugas Covid, perwakilan orang tua yang tergabung dalam komite SMP baik negeri maupun swasta. Dari kajian-kajian itu diberikan gambaran-gambaran kita untuk menyiapkan nantinya, kalau memang semua tim gugus covid merekomendasikan , oke kita berangkat 25% atau 50% sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri jadi kita jauh-jauh sebelumnya harus sudah menyiapkan ini, supaya nanti ketika misalnya situasi sudah boleh dibuka, kita sudah siap semuanya”, Rabu (05/08/2020) ungkap Mami.

Sembari menunggu regulasi atau keputusan itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya meminta sekolah-sekolah untuk menyiapkan kebijakan dan menerepakan protokol kesehatan ketat, mulai dari jumlah siswa pada satu kelas, siswa memasuki gerbang masuk kelas hingga ketika siswa pulang sekolah, persiapan untuk sarana dan prasana di sekolah seperti tempat cuci tangan hingga menyediakan masker cadangan bagi para siswa. Selain itu, orang tua dan siswa juga ada sosialisasi melalui sekolah karena ketika siswa masuk harus ada ijin orang tua.

Mami menjelaskan proses verifikasi yang meliputi perwakilan wilayah mulai dari sekolah tingkat rendah sampai tinggi lalu dari negeri sampai swasta di setiap wilayah. Awalnya ada 21 sekolah di 5 wilayah kemudian di lakukan verifikasi dan terdapat 18 sekolah yang lolos.

“Sebelum penetapan sekolah ada proses verifikasi yang meliputi perwakilan wilayah. Jadi sekolah-sekolah di wilayah Surabaya, mulai dari sekolah yang tingkat rendah sampai tingkat tinggi kemudian negeri maupun swasta di setiap wilayah itu. Awalnya ada 21 sekolah di 5 wilayah kemudian dilakukan verifikasi dari verifikasi tinggal 18. Dari 18 ini kita check lagi semua, kemarin kita sampai tahap tes untuk gurunya, sehat atau tidak terkait dengan Covid ini. Jadi kita lakukan Rapid dan Swab jangan sampe kita kecolongan. Maka dari sisi gurunya juga siswanya juga. Jadi Kita Paralel”, Rabu (05/08/2020) kata Mami.

Selain persiapan dari sekolah dari segi kesehatan pun di identifikasi mulai dari Rapid test, Swab Test dan Identifikasi dari riwayat penyakit apakah guru atau murid tersebut memiliki riwayat penyakit komorbid atau tidak.

“Termasuk identifikasi penyakit komorbid yang dibawa pada siswa maupun guru. Kebetulan kami sudah punya sistem aplikasi Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Kota Surabaya sudah ada penulusaran dalam silabus itu tentang riwayat penyakit”, Rabu (05/08/2020) jelas Mami

Dirinya juga menghimbau untuk selalu melaksanakan pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para guru, siswa maupun orang tua saat diluar sekolah karena ketika di sekolah sudah di lakukan pengawasan ketat tentang protokol kesehatan tetapi saat di luar sekolah mengabaikan protokol kesehatan atau tidak menjalankan physical distancing malah akan berbahaya.

“Jadi utamanya adalah pola perilaku hidup bersih dan sehat itu, itu harus dilaksanakan dijaga betul. Kalau dari Dinas Pendidikan sudah betul-betul kita melakukan pendampingan atau pengawalan tapi diluar sekolah di masyarakat misalnya di pasar guru uwel uwelan atau apa, kita pengawasannya melekat betul nah tapI kalau kemudian jika beliau-beliau mengabaikan itu, nah ini kan bahaya. Karena itu himbauannya utamanya adalah lakukan betul-betul protokol kesehatan itu dengan sebenar-benarnya, Saya ingin semuanya Surabaya segera menjadi betul-betul ya zona hijau yang sesungguh-sungguhnya sehingga kita kembali ke kehidupan yang normal”, Rabu (05/08/2020) tegas Mami. [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *