Waspada Cuaca Buruk, Banjir Rob di Pesisir Surabaya

SURABAYA, SMARTFMSURABAYA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca buruk dan air pasang di Pesisir Surabaya hingga 18 November (hari ini). Banjir Rob atau banjir yang air nya berasal dari air laut pasang dan kerap melanda daerah yang permukaannya lebih rendah dari air laut.

Eko Prasetyo, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG mengatakan kalau masyarakat pesisir perlu mengetahui akan ancaman cuaca buruk dan banjir Rob di wilayah pesisir.

“Masyarakat perlu tahu, banjir pesisir atau banjir Rob ini adalah salah satu ancaman bahaya pesisir yang harus dipahami oleh masyarakat. Fenomena jelas, ini adalah akibat dari fase pasang maksimum yang terjadi di lingkungan masyarakat pesisir“, ungkap Eko, Senin (16/11/2020).

Untuk Provinsi Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya, dirinya menjelaskan daerah Surabaya Utara dan Surabaya Timur berpotensi terjadinya banjir Rob dan hal ini bisa saja terjadi di awal bulan hijriyah atau akhir bulan hijriyah dan pertengahan bulan hijriyah.

“Kalau kita lihat di wilayah Surabaya Timur dan Utara, potensi terjadinya Banjir Rob atau banjir pesisir sangat rentan. Masyarakat pesisir harus tahu kapan terjadi fase maksimum pasang maksimum yang bisa terjadi di awal bulan hijriyah atau akhir bulan hijriyah dan pertengahan bulan hijriyah. Apalagi jika fenomena ini terjadi bebarengan dengan fenomena angin kencang dan gelombang tinggi. Ini akan menjadi dampak yang bertambah ketika terjadi banjir pesisir,” jelasnya, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut Eko menjelaskan tentang siapa saja yang nantinya akan terkena dampak dari banjir Rob ini diantaranya yakni masyarakat pesisir yang mempunyai budidaya perikanan darat, masyarakat yang mempunyai usaha pergudangan, petambak garam dan nelayan.

“Masyarakat pesisir yang punya budidaya perikanan darat harus paham ancaman ini akan mengganggu hasil panen mereka jika tidak diantisipasi, petambak garam , pergudangan di sekitar pelabuhan yang nanti bisa tergenang oleh banjir rob“, katanya, Senin (16/11/2020).

Eko menghimbau kepada masyarakat di harapkan dapat beradaptasi dan menyiapkan mitigasi bencana seperti menyiapkan tanggul sederhana atau menutup sementara saluran yang masuk ke daratan.

“Masyarakat harus bisa beradaptasi dan harus menyiapkan mitigasi nya, langkah apa ketika air laut sudah menggenangi wilayah mereka, menyiapkan tanggul sederhana, atau menutup saluran yang masuk ke daratan untuk sementara ketika terjadi fase pasang maksimum”, Senin (16/11/2020). [lin]

SmartFM Surabaya

SmartFM, sebuah jaringan radio Group of Kompas Gramedia, yang bersegmentasi business dan inspiration

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *